Pozzart’s Blog

Posts Tagged ‘fotografi

Ada rasa kangen setelah ga ngisi blog ini beberapa hari. Sampai-sampai kelupaan bahan yang sempet mau ditulis tapi baru setengah jalan (jadi ga dipublish dulu). Nah sekarang, siap deh untuk nyelesein tulisan ini. Bagi kalian umumnya sudah cukup akrab dengan istilah 3D alias 3 dimensi. Biasanya 3D identik dengan animasi, ataupun film (yang kebayang dibenak kita). Kya filmnya Shrek, Toy Story, FInding Nemo, Garfield (banyak lagi deh). Tapi saya yakin ga banyak dari kita yang tau tentang lukisan 3D. Apa maksudnya?

Lukisan ini awalnya sempet gue dapet dari email temen. Dan gambar ini bener2 amazing banget bagi gue. Sangat menarik dan kreatif banget. Lukisan ini memerlukan luas tempat yang lebih gede dari kanvas. Makanya untuk memenuhi keinginan liar para pelukis, ga ada alternatif tempat lain selain jalanan. (mungkin cuma di sini tempat yang paling luas). Dan hasilnya, bisa kalian liat pada gambar di bawah. Seolah-olah terlihat riil di dekat kita. Padahal sebenarnya cuma lukisan. Karya seni ini dalam bahasa jowone disebut 3D Street Painting (Lukisan Jalan 3 Dimensi).

Ga puas cuma ngeliat gambar, rasanya perlu tau lebih nih tentang kreatifitas pelukis2 ini. Ternyata istilah ini cukup terkenal di browser. jadi gue ga perlu lama-lama cari halaman web referensi yang bener, diurutan pertama dah langsung gue dapetin referensi yang cucok.

Awalnya, kreatifitas lukis seperti ini dikenal di Eropa. Lukisan ini adalah ilusi dari gambar 2 Dimensi yang terlihat seperti gambar 3 Dimensi jika kita lihat disudut pandang tertentu menggunakan kamera. 3D street Painting pun sudah menjadi sebuah profesi khas yang lebih spesifik dari seorang pelukis. Disini kemahiran pelukis benar-benar tertantang, soalnya selain menggunakan ekspresi visual, pelukis juga harus mampu membuat penikmatnya dilibatkan dalam sentuhan karyanya. Supaya terlihat ada korelasi interaksi antara lukisan dengan orang yang menyaksikannya.

Sekolah khusus untuk seni lukis ini dibuat pada tahun 80an. ‘Pelukis jalanan’ ini membuat bentuk seni dengan teknik yang baru, menggantinkan seni tradisional yang mungkin membosankan. Pekerjaan melukis ini memiliki tingkat kerumitan yang sangat tinggi. Pelukis harus bisa melukis di atas jalan (bukan kanvas), membuat gambar terlihat seperti 3D tetapi tetap tidak mengabaikan kualitas hasil lukisan mereka. Secara finansial mungkin hobi ini belum menjadi bisnis yang menjanjikan. Sehingga pakar lukis Streetpainters lama kelamaan semakin jarang.

Makanya, kini sangat sulit kita bisa menyaksikan para pelukis melagakan aksinya membuat lukisan ini di jalanan (meskipun mereka melakukannya di ruang terbuka).

Lalu kemana para masterpieces 3D Street Painting ini sekarang ?

Rupanya mereka mempromosikan diri dan menerima orderan melalui dunia maya. Menerima pesanan dari seluruh dunia dengan cara yang modern, melalui agensi tertentu.

Tak jarang kita terjebak dengan lukisan yang terlihat nyata dari sudut pandang tertentu Tapi jika sudah dilihat dari dekat, gambar yang terlihat kecil, sebenarnya terbentang cukup panjang di bawah kaki kita. Uniknya, 3D street painting ini tak memiliki batasan usia, gender ataupun jenis karya. Makanya, ragam 3D street painting juga berlaku untuk lukisan bergaya vintage (klasik), kartunis, hingga yang modern sekalipun. Beginilah jadinya jika pelukis sudah jenuh dengan kanvas, jalanan pun bisa menjadi tempat alteratif.

party monster in Burgos by streetpainter.
Phaeton in Salamanca by streetpainter.
nativity at Xanadu by streetpainter.

Sayangnya belum ada pelukis 3D street Painting yang saya dengar dan temukan di Indonesia. Semoga cepat nyusul deh. Bisa menjadi daya tarik wisata juga toh!!

Iklan

Apa hubungannya bayi dengan seni? apa juga yang bisa mengartikan kalau bayi itu sama dengan seni. Yah, mungkin bagi mereka yang ‘cuek’, bayi bukanlah sebuah karya seni yang berarti. Selain suara tangisan, rengekan, ketidakberdayaan (dan apalah namanya). Tapi anehya, jika memang bayi itu tak bernilai seni, lalu bagaimana mungkin ada orang yang suka atau senang melihat bayi. Apalagi melihat manusia berukuran kecil ini beraksi dengan kemampuannya yang saat itu masih terbatas. (Hmm…jadi kepikiran juga nih gue).

Kalau gue sih jujur memang suka dengan anak bayi, yang keliatan sangat polos (tapi bukan suka yang negatifnya). Meskipun kadang bayi bisa buat strees, tapi bisa juga jadi tempat untuk ngilangin stress kalau kita bercanda dengan mereka. Nah ternyata lebih dari itu, ada juga orang-orang yang pinter ngambil manfaat dari fasa lahir dan pertumbuhan bayi ini untuk diabadikan. Nah makanya jadilah Bayi = Seni (yang gue maksud itu) lebih kelihatan.

Apa sih yang menarik dari seorang bayi? dan kenapa juga foto bayi menjadi berharga nilai tinggi layaknya foto wedding? Nah momentum ini rupanya banyak diambil oleh pafa fotografer di Luar Negeri antah berantah sana (maklum karena ambil contohnya juga dari sumber luar negri). Tapi trend ini bukan juga lantas melatah di Negeriku Indonesia. Dengan konsep matang, pengambilan foto yang professional, sedikit sentuhan foto editor atau ilustrasi. Jadilah beberapa karya seni yang ga kalah menariknya dengan foto wedding.

putri duyung by kuwdotcom.
keranjang by kuwdotcom.
Baby in helmet by kuwdotcom.
Gimana menurut anda ?