Pozzart’s Blog

Posts Tagged ‘art

Ini kasus yang sudah beberapa kali gue dengar di stasiun TV. Sadisme dan sarkasme rasanya udah jadi menu utama yang menarik banyak penonton. Bukan karena latah berita tapi memang kejadian seperti yang dilakukan oleh salah satu guru di Gorontalo ini menjadi fenomena yang juga umum di masyarakat. Terutama bagi mereka yang pernah mengecap pendidikan (minimal sampai SMA/SMK). Perilaku guru yang menampar murid, mulai gue denger waktu gue di SMP dulu. Tapi biasanya mereka yang kena tampar emang orang-orang yang terkenal badung dan ngelawan guru melulu. Mungkin ini juga yang bikin guru jadi mudah emosi ngadepin murid-murid kya mereka. Jadi soal tampar menampar bukan lagi hal yang tabu. “Namanya juga ngedidik, klo ga digituin ga kapok“, mungkin itu selentingan komentar yang ga asing ditelinga gue.

Tapi wajar ga ya kalau guru menampar muridnya?

Gue dari lahir sudah ditakdirkan untuk berada dilingkungan guru (karena ibu dan tante2 gue semuanya jadi Guru). Bukan berarti dengan begitu gue membenarkan tindak kekerasan / sarkasme yang dilakukan oleh guru. Anehnya, sering kali gue menemukan guru2 yang dijuluki ‘Guru Killer‘ itu adalah guru matematika. Sama halnya dengan yang terjadi di Gorontalo. Ini bikin gue kepikiran, apa iya guru matematika itu harus selalu serem, galak, bawa penggaris panjang, nyabet sana-nyabet sini, tampar, tempeleng, ngeplak dan ringan tangan? (jadi keinget sama guru-guru matematik sd, smp dan sma gue dulu).

Jangankan smp, dulu aja waktu gue kelas 5 sd (ampe sekarang inget banget), guru gue selalu bawa penggaris panjang kalau udah mau ngajar matematik. Ya udah, yang pada ga bisa, siap – siap aja kena pukul penggaris kayu di telapak tangan mereka. Naasnya, giliran gue disuruh maju untuk ngebantu temen gue yang ga bisa nyelesein soal di papan tulis (untuk ngebahas soal ujian sebelumnya, dan saat itu gue dapet nilai yang tertinggi), ntah kenapa soal yang seharusnya gampang tiba2 aja jadi susah pas gue maju. Waduh, dag dig dug ga jelas juga nih jantung gue. Dan bener, sentak penggaris itu melayang di betis gue, wwwwiiiiiihhhh sakitnya masih berasa ampe sekarang (sakit hatinya yang ga bisa ilang). bener2 ga objektif !!. Lagi emosi kali tuch guru karena nilai rata2nya jelek banget dan kalah dengan kelas sebelah.

Parahnya tabiat seperti itu masih berlaku di smp dan sma. Walaupun kadang tuh penggaris ga pernah dipake buat ngajar, tetep aja dibawa ke kelas. Ya gimana matematik ga jadi menakutkan, bukan karena pelajarannya tapi karena cara ngajarnya yang bikin murid jiper duluan. Tampar menampar di Gorontalo, bisa jadi berita heboh karena videonya ketahuan di media. Kalau mau diusut, dari dulu juga hal ini udah sering banget berlaku. Sayang ga terungkap.

Perilaku guru seperti ini udah seharusnya dikoreksi (bukan dilarang). Ada kalanya murid bisa lebih ga sopan dari gurunya, jadi semua pihak termasuk media juga harus objektif. Jujur aja, ga mudah jadi guru untuk ratusan murid yang punya latar belakang dan karakter berbeda.

Tapi kenapa “Guru KILLER” harus identik dengan guru MATEMATIKA ya?

Iklan

Ada rasa kangen setelah ga ngisi blog ini beberapa hari. Sampai-sampai kelupaan bahan yang sempet mau ditulis tapi baru setengah jalan (jadi ga dipublish dulu). Nah sekarang, siap deh untuk nyelesein tulisan ini. Bagi kalian umumnya sudah cukup akrab dengan istilah 3D alias 3 dimensi. Biasanya 3D identik dengan animasi, ataupun film (yang kebayang dibenak kita). Kya filmnya Shrek, Toy Story, FInding Nemo, Garfield (banyak lagi deh). Tapi saya yakin ga banyak dari kita yang tau tentang lukisan 3D. Apa maksudnya?

Lukisan ini awalnya sempet gue dapet dari email temen. Dan gambar ini bener2 amazing banget bagi gue. Sangat menarik dan kreatif banget. Lukisan ini memerlukan luas tempat yang lebih gede dari kanvas. Makanya untuk memenuhi keinginan liar para pelukis, ga ada alternatif tempat lain selain jalanan. (mungkin cuma di sini tempat yang paling luas). Dan hasilnya, bisa kalian liat pada gambar di bawah. Seolah-olah terlihat riil di dekat kita. Padahal sebenarnya cuma lukisan. Karya seni ini dalam bahasa jowone disebut 3D Street Painting (Lukisan Jalan 3 Dimensi).

Ga puas cuma ngeliat gambar, rasanya perlu tau lebih nih tentang kreatifitas pelukis2 ini. Ternyata istilah ini cukup terkenal di browser. jadi gue ga perlu lama-lama cari halaman web referensi yang bener, diurutan pertama dah langsung gue dapetin referensi yang cucok.

Awalnya, kreatifitas lukis seperti ini dikenal di Eropa. Lukisan ini adalah ilusi dari gambar 2 Dimensi yang terlihat seperti gambar 3 Dimensi jika kita lihat disudut pandang tertentu menggunakan kamera. 3D street Painting pun sudah menjadi sebuah profesi khas yang lebih spesifik dari seorang pelukis. Disini kemahiran pelukis benar-benar tertantang, soalnya selain menggunakan ekspresi visual, pelukis juga harus mampu membuat penikmatnya dilibatkan dalam sentuhan karyanya. Supaya terlihat ada korelasi interaksi antara lukisan dengan orang yang menyaksikannya.

Sekolah khusus untuk seni lukis ini dibuat pada tahun 80an. ‘Pelukis jalanan’ ini membuat bentuk seni dengan teknik yang baru, menggantinkan seni tradisional yang mungkin membosankan. Pekerjaan melukis ini memiliki tingkat kerumitan yang sangat tinggi. Pelukis harus bisa melukis di atas jalan (bukan kanvas), membuat gambar terlihat seperti 3D tetapi tetap tidak mengabaikan kualitas hasil lukisan mereka. Secara finansial mungkin hobi ini belum menjadi bisnis yang menjanjikan. Sehingga pakar lukis Streetpainters lama kelamaan semakin jarang.

Makanya, kini sangat sulit kita bisa menyaksikan para pelukis melagakan aksinya membuat lukisan ini di jalanan (meskipun mereka melakukannya di ruang terbuka).

Lalu kemana para masterpieces 3D Street Painting ini sekarang ?

Rupanya mereka mempromosikan diri dan menerima orderan melalui dunia maya. Menerima pesanan dari seluruh dunia dengan cara yang modern, melalui agensi tertentu.

Tak jarang kita terjebak dengan lukisan yang terlihat nyata dari sudut pandang tertentu Tapi jika sudah dilihat dari dekat, gambar yang terlihat kecil, sebenarnya terbentang cukup panjang di bawah kaki kita. Uniknya, 3D street painting ini tak memiliki batasan usia, gender ataupun jenis karya. Makanya, ragam 3D street painting juga berlaku untuk lukisan bergaya vintage (klasik), kartunis, hingga yang modern sekalipun. Beginilah jadinya jika pelukis sudah jenuh dengan kanvas, jalanan pun bisa menjadi tempat alteratif.

party monster in Burgos by streetpainter.
Phaeton in Salamanca by streetpainter.
nativity at Xanadu by streetpainter.

Sayangnya belum ada pelukis 3D street Painting yang saya dengar dan temukan di Indonesia. Semoga cepat nyusul deh. Bisa menjadi daya tarik wisata juga toh!!

Apa hubungannya bayi dengan seni? apa juga yang bisa mengartikan kalau bayi itu sama dengan seni. Yah, mungkin bagi mereka yang ‘cuek’, bayi bukanlah sebuah karya seni yang berarti. Selain suara tangisan, rengekan, ketidakberdayaan (dan apalah namanya). Tapi anehya, jika memang bayi itu tak bernilai seni, lalu bagaimana mungkin ada orang yang suka atau senang melihat bayi. Apalagi melihat manusia berukuran kecil ini beraksi dengan kemampuannya yang saat itu masih terbatas. (Hmm…jadi kepikiran juga nih gue).

Kalau gue sih jujur memang suka dengan anak bayi, yang keliatan sangat polos (tapi bukan suka yang negatifnya). Meskipun kadang bayi bisa buat strees, tapi bisa juga jadi tempat untuk ngilangin stress kalau kita bercanda dengan mereka. Nah ternyata lebih dari itu, ada juga orang-orang yang pinter ngambil manfaat dari fasa lahir dan pertumbuhan bayi ini untuk diabadikan. Nah makanya jadilah Bayi = Seni (yang gue maksud itu) lebih kelihatan.

Apa sih yang menarik dari seorang bayi? dan kenapa juga foto bayi menjadi berharga nilai tinggi layaknya foto wedding? Nah momentum ini rupanya banyak diambil oleh pafa fotografer di Luar Negeri antah berantah sana (maklum karena ambil contohnya juga dari sumber luar negri). Tapi trend ini bukan juga lantas melatah di Negeriku Indonesia. Dengan konsep matang, pengambilan foto yang professional, sedikit sentuhan foto editor atau ilustrasi. Jadilah beberapa karya seni yang ga kalah menariknya dengan foto wedding.

putri duyung by kuwdotcom.
keranjang by kuwdotcom.
Baby in helmet by kuwdotcom.
Gimana menurut anda ?

Well, klo disebut nama Dewiq, kini sudah banyak orang kenal dan tau tampang wanita yang menurut penilaian gue cuek tapi brilian. Dari seseorang yang berkarya dibelakng layar, hingga kini layarnya terbuka lebar. Dan pencinta musiknya bisa berkomentar, O… ini lagu buatan dia. Banyak lagu jebolannya yang berhasil sukses dipasaran. Tapi yah itu tadi, mungkin karna cuek, bagi sosok orang seperti dia ga perlu menjadi orang terkenal, tetapi menjadi orang yang karyanya cukup dikenal.

Berikut kutipan seputar Dewiq yang gue dapet dari mtvasia.com. (Two thumbs up for her) :

Here’s another with a Sheryl Crow-like voice after Oppie Andaresta. Dewiq, also known as Pay’s girlfriend to some, is releasing her third album”Hanya Manusia Biasa”where Pay, of course, and his BIP Band were involved in the recording process.

This time she’s singing in a band, The Hippies, making it sound different than her last two.”I like the name The Hippies, ’cause I feel that my life and my friends around me are a bit like the hippies,”said Dewiq.With this album, she has gotten the best out of her voice.

Choosing Pay, her own boyfriend, as a working partner was the right choice. The Hippies, comprising Jaka BIP, Pay BIP, Array Plastik, Kalis, Thomas and Dhany, would probably be her permanent band. Well now, too much similarities to Oppie and BOP, eh?”Oppie and BOP is the Potlot Gank, our own gang. We wouldn’t want to compete with ourselves.

One thing for sure, there’re not too many female singers out there that has Oppie or Dewiq’s vocal character. But their style is still different. Dewiq will also come out with a video where the concept is one shot, to her face only!”explained Pay. But, just like Oppie, Dewiq also writes her own songs including the first single “Skali Ini Saja.

“Did you know that she’s responsible for Shaden’s”Dunia Belum Berakhir”and ‘Lil Marshanda’s”Bidadari”songs?

Kira-kira siapa lagi ya, pencipta lagu perempuan dengan genre musik sejenis ini yang bakalan muncul?

Yang pasti, Dewiq ga ada matinye!