Pozzart’s Blog

Eksistensi Tradisional Minang di Senayan

Posted on: 25 November 2008

Budaya tradisional tampaknya bertahap mulai tergeser dengan modernisasi. Seni budaya Indonesia nan elok, kaya dan sarat dengan nilai-nilai religi tak jarang termarjinalkan. Kaula muda cenderung memilih gaya hidup budaya luar yang terbilang sedikit ‘liar’ untuk masyarakat timur. Dengan pergantian generasi, seakan-akan nilai tradisional hanya milik orang-orang tua yang dianggap JADUL (Jaman Dulu). Tapi persepsi seperti itu, terasa hilang setelah saya memasuki Istora Senayan Minggu, 24/11, lalu. Terlihat kerumunan orang yang memadati ruangan yang berjumlah ribuan orang ini, tidak hanya terisi oleh sejumlah besar orang tua saja, tetapi juga anak muda sepantaran saya. Mulai dari anak SMA hingga kakek nenek, menjadi penikmat Budaya tradisional Minang. Apa yang sedang berlaku disana?

Gedung Istora menjadi saksi pesta perlehatan akbar ‘Baralek Gadang Minagkabau 2008’. Acara ini dikemas dengan sangat meriah. Mulai dari dekorasi panggung, lengkap dengan bagonjongnya. Ditambah lagi persembahan tarian daerah seperti tari pasambahan, tari rantak (baru tau juga nih kalau minag punya tari rantak), dan penyanyi yang khas didatangkan dari Minangkabau. Salah satu penyanyi dan penghibur yang selalu segar dengan lawakannya, Ajo ANDRE (Anak dan Rekan-Rekan, kepanjangan nama banyolan yang dilabelka oleh penyanyi).

Acara ini pun dihadiri oleh Bpk Jusuf Kalla menggantikan Presiden yang tidak dapat hadir (berhubung istri JK juga orang minang). Awalnya enonton cukup kecewa karena acara terpaksa mulai Ngaret sekitar 2 jam menunggu kedatangan Pak JK. Meskipun saat itu Istri beliau datang lebih awal. Disuguhkan musik saluang sambil menunggu kedatangan tamu kehormatan, pun tak henti2nya penyanyi saluang sambut menyambut pantun menyindir keterlambatan Pak JK. Serentak suasana ini memecahkan tawa penonton yang tegah kecewa.

Lanjut!! Setelah Pak Kalla memberikan pidato semangat atas rasa bangganya terhadap ranah minang yang mampu menjadi bagian dari Visit Indonesia 2008. Barulah acara hiburan dimulai. Inilah saat dimana Ajo ANDRE melawak sambil menyanyi hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 12 malam. Mungkin bagi orang minang banyak yang sudah kenal Ajo Andre melalui lagu ‘Ginyang’nya.

Budaya tradisional dari kampung sendiri ternyata masih menarik banyak audiens muda mudi yang ikut berjoget bersama, saat dilantunkan nyanyian dengan bahasa daerah ini. Adanya paduan suara khusus lagu minang, membuktikan bahwa masih ada generasi muda yang hingga sekarang perduli dengan eksistensi budaya daerah. Saya pun jadi ikut bersemangat melihat semangat mereka. Pokoknya Heboh abis!!

Jika sempat dan masih ingat, akan saya lanjutkan cerita lucu dari si Ajo ANDRE. Biar pada ngakak semua!!

Masih banyak lagi ragam budaya dan seni tradisional kita yang tidak diperkenalkan kemasyarakat umum. Sudah saatnya kita mengenal budaya daerah Indonesia (min budaya daerah sendiri), baik dari seni, nyanyian, atau memahami bahasa daerah. Pertahankan budaya Bangsa.

‘Tak ada musik Modern tanpa Musik Tradisional’. Tul Ga?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: