Pozzart’s Blog

Daya tarik Lomonesia

Posted on: 12 November 2008

Pernah denger istilah Lomo atau Lomography? Buat kalian pencinta kamera atau yang suka jeprat-jepret, rasanya kata ini sudah enggak asing lagi ditelinga. Menilak nilik tentang dunia fotografi, ternyata Lomo ini cukup menarik banyak perhatian berbagai kalangan. Gak terkecuali SMP. Pertama kali gue kenal yang namanya Lomo juga dari temen gue waktu di kampus (si ichan, thanks dah ngenalin gue sama lomo). Jadi gak gaptek-gaptek amat.

kameraFisheye by kuwdotcom

Jadi Apa itu Lomo? berdasarkan sumber, Lomo merupakan brand sebuah kamera di era 80-an, yang merupakan singkatan dari Leningradskoye Optika-Mechanichesckyoye Obyedinenie (Leningrad Optical Mechanical Amalgamation). Sebuah pabrik lensa di Rusia yang memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan (seperti untuk mikroskop), alat-alat persenjataan, dan lensa kamera.

Produksi pada awalnya berupa kamera LCA. Ketika dilaunching, kamera ini laris dipasaran bak kacang goreng. Tapi sayangnya daya tarik terhadap kamera ini tidak bertahan lama, setelah matinya era komunis. Lomo pun ikut menghilang. 😦

Nah, baru kemudian di awal tahun 90-an, diboyonglah kamera ini oleh mahasiswa Austria, Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger, dan mulai diperkenalkan kembali keseluruh dunia hingga lebih dikenal dengan istilah Lomography. Lebih lengkap soal sejarah Lomo bisa dibaca disini.

Sedangkan munculnya di negara tercinta kita ini, karena diperkenalkan oleh Tommy Hartanto dan Grace pada tahun 2001. Berawal dari milis lomonesia@yahoogroups.com, maka terciptalah komunitas Lomonesia tepatnya pada 5 Agustus 2004. Kini anggota yang telah tergabung mencapai 900 orang.

Cara menggunakan Lomo sangat berbeda dengan penggunaan kamera biasa. Sebagaimana mottonya, “don’t think, just shoot“, anda diajak untuk menghilangkan semua etika diafgrama, speed, cahaya, dan lainnya.

Saat ini sudah ada 13 jenis kamera (Holga, Diana, Fisheye, Actionsampler, Supersampler, Oktamat, Horizon, Pop9, Frogeye, Smena 8, Colorsplash, Lubitel sama Ica). Ternyata, setiap model kamera punya keunikan sendiri2. Itulah yang membedakan kamera ini dengan kamera digital.

Seperti yang pernah gue tau (dari ichan, temen kampus gue dulu), kamera fisheye misalnya, bisa menghasilkan foto cembung seperti kita melihat dari teropong atau lubangintip. Jadi deh hasil cepretannya lebih eksklusif karena cuma kamera Lomo yang punya.

fisheye1 by kuwdotcom.
lomolight by kuwdotcom.

Info tambahan tentang Lomo bisa dilihat disini dan seputar komunitasnya silahan klik disini.

Serunya kalau bisa bereksperimen dengan kamera ini, Sayangnya gue masih belum punya. 😦

Ada yang pengen berbagi cerita atau pengalaman Lomonya?

fisheye by kuwdotcom.


Iklan

2 Tanggapan to "Daya tarik Lomonesia"

Keren bang..
Ada tau jual Kamera Lomo yg murah2 bang?

hasil foto yang VW kuning itu dari kmera lomo jenis apa ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: