Pozzart’s Blog

Hollywood Vs Indowood

Posted on: 6 November 2008

Wah pagi ini, berita lagi rame soal menangnya sang pembela kulit hitam (bak kemenangan supermen melawan para penjahatnya). Seolah ia menjadi superhero bagi negara Adikuasa, yang sedang terancam ekonominya saat ini. Semoga aja si jagoan Afrika dari kubu demokrat ini bisa benar-benar membawa perubahan.

But any way, meski ini menjadi topik yang hangat, gue bukan akan ngebahas soal kemenangan pemilunya OBAMA (yang pernah tinggal di menteng). Tapi soal gaya perfilmannya Indonesia (alias Indowood) yang nyoba ngikut perfilman Hollywood. Apa yang mencolok bukan lagi teknik pengambilan gambar, jalan cerita yang biasanya niru-niru gaya Hollywood dan Bollywood. Tapi gegerannya Multivision Plus (yang jadi pionir maraknya perfilman indonesia).

Kemarin, dalam perjalanan ke Solo. diatas kereta gue menyempatkan diri untuk nyari-nyari majalah yang informatif dan ga ngeBTin buat nemenin perjalanan di atas kereta. (maklum, gue harus betah duduk selama 8 jam untuk nyampe ke Stasiun Solo Balapan). Ngobok-ngobok koleksi jualannya toko majalah dan loper koran, gue menemukan harta karun (imagine dengan soundtracknya 007, pasti lebih seru 🙂 ).

Udah gitu, nyempil di susunan majalahnya, gue ngeliat majalah SWA sembada. Buka-buka halamannya, baca dikit-dikit kyanya seru juga. Sampai gue berhenti di rubrik Tren & Analisis Peristiwa. Dari judulnya aja udah mencolok, “Hollywood” Ala Cikampek.

Nah yang bikin Indonesia enurut gue bakal punya Indowood, karena rencananya PT. Jababeka dan jagoan perfilman PT. Tripar Multivision, bakal buat kawasan khusus perfilman yang biasaya jadi jantung film-film papan atas (tapi di Indonesia kyanya banyakan papan triplek dah, hehehhee..). Rencananya Indonesia MovieLand ini akan diangun di atas tanah yang luasnya 36 hektar, di Kawasan Industri Jababeka, CIkampek Jawa Barat. Dan tentunya, untuk buat kawasan seluas ini, investasinya ga sedikit. Dianggarkan sekitar Rp.4 triliun. Untuk budget segede gitu yah No Wonder mereka ngegaetnya Multivision. Toh emang mereka punya andil dan modal yang cukup gede juga, setelah banyak jebolan sinetron dan filmnya yang booming dipasaran (pasar ikan kali!, asal jangan Pasar Tanah Abang aja, eh ga nyambung ye?).

Kalau komentarnya Mira Lesmana, sang coProduser LP (laskar Pelangi), dia kurang ngedukung. Karena menurutnya Indonesia akan lebih bagus jika lebih menonjolkan keasrian dan kenaturalan alamnya. SETUJU!!. Tambahnya, tanpa Movie Land, industri film kita juga udah bisa mendapat perhatian Internasional (yah minimal Asia).

Kalau buat gue, ga ada salahnya juga Indonesia punya lahan MovieLand (meskipun harus menggusur dan ngambil lahan di daerah Metropolitan yang semakin sempit ini). Biar karya flm Indonesia bisa lebih imaginatif. Pokoke sukses teruslah Indonesia. Ayo..Kamu Bisa..!!! 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: